RSS

LAS LISTRIK

02 Apr

LAS LISTRIK
Pada pengelasan dengan las listrik, panas yang dihasikan berasal dari busur listrik yang
timbul dari menempelnya benda kerja dengan elektroda. Elekttroda pengisian dipanaskan
mencapai titik cair dan diendapkan pada sambungan, hingga terbentuk sambungan las. Panas
yang dihasilkan oleh busur listrik mencapai 55000C.
Pada saat pengelasan menggunakan las listrik, dilepaskan energi dalam jumlah yang
sangat besar dalam bentuk panas dan cahaya ultraviolet. Agar mata kita terlindungi dari sinar
ultra violet ini, kita harus menggunakan kacamata pelindung yang mampu, menangkal cahaya
tersebut demi keselamatan kerja.

Las listrik dapat digolongkan menjadi :
a. Las listrik dengan elektroda logam, misalnya :
• Las listrik submarged
• Las listrik dengan elektroda berselaput
• Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas) atau MIG
b. Las listrik dengan elektroda karbon, misalnya :
• Las listrik derngan elektroda karbon tunggal
• Las listri dengan elektroda karbon ganda

Penjelasan :

• Las listrik dengn elektroda berselaput.
Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda dan bahan dasar(plat) akan
mencairkan ujung elektroda dan sebagian dasar selaput elektroda yang turut terbakar
akan mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung elektroda kawat las, dan
daerah las disekitar busur listrik terhadap daerah udara luar.

• Las listrik TIG
Pada las TIG ini menggunakan elektroda wolfram. Busur yang terjadi antara
elektroda dan bahan dasar merupakan sumber panas bentuk pengelasan. Untuk
melindungi hasil pengelasan digunakan gas pelindung, seperti argon, helium atau
campuran gas tersebut.

• Las Listrik MIG
Menggunakan elektroda gulungan kawat yang berbentuk rol yang gerakannya diatur
oleh sepasang roda gigi yang digerakan oleh motor listrik.

• Las listrik Submerged
Busur elektroda (listrik) diantara ujung elektroda dan bahan dasar berada didalm
timbunan fluksi serbuk yang digunakan sebagai pelindung dari pengaruh luar
(udara bebas) sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti pada las listrik lainnya.

Las busur listrik mempunyai 2 jenis yaitu :
1. Las listrik AC ( menggunakan arus searah sebagai sumber listrik )
2. Las listrik DC ( menggunakan arus listrik bolak-balik sebagai sumber listrik )

Berikut adalah macam-macam peralatan dalam las listrik :

1. Pembangkit arus listrik
Sebagi alat yang memasok atau yang mengatur arus yang bekerja.

2. Holder/Pemegang elektroda
Berfungsi untuk pemegang elektroda pada saat proses pengelasan.

3. Klem Massa
Dipasang pada meja kerja las pada saat proses pengelasan.

4. Meja kerja las
Digunakan untuk menaruh benda kerja pada saat proses pengelasan.

6. Tang penjepit.
Berfungsi untuk menjepit atau memegang benda kerja yang telah dilas, karena
panas maka tidak dimungkinkan untuk dipegang dengan tangan terbuka

7. Palu las
Untuk membersihkan kotoran atau kerak pada hasil las-lasan pada
Sambungan.

8. Sikat baja
Untuk membersihkan benda kerja dari kotoran pada hasil las-lasan
9. Sarung Tangan
Untuk melindungi kita dari panas yang dihasilkan dari pengelasan dan
percikan api pada waktu pengelasan

10. Topeng las
Untuk melindungi mata kita dari cahaya las yang sangat menyilaukan mata

11. Kipas Blower
Berfungsi sebagai penyedot asap pada saat proses pengelasan agar asap
dari pengelasan tidak terhirup ke kita

12. Baju kerja
Dipakai pada saat proses pengelasan agar terlindungi dari percikan api las

Beberapa bentuk dan teknik dalam pengelasannya :

a. Posisi bawah tangan
Benda kerja terletak diatas bidang datar dan possisinya dibawah tangan
dengan arah tangan dari kiri ke arah kanan.

b. Posisi mendatar
Benda tegak berdiri dan arah pengelasan berjalan mendatar dari kiri ke arah
kanan sejajar dengan bahu pengelas.

c. Posisi tegak
Posisi benda kerja tegak dan arah pengelasan berjalan bisa naik dan bisa
juga turun.

d. Posisi atas kepala
Pengelasan dari bawah dan benda kerja berada diatas operator.

Beberapa bentuk pengelasan/ gerakan elektroda :
– Melingkar
– Zig-zag
– Tarpesium
Cacat Las
Dalam setiap proses pengelasan sering kali terjadi cacat pada benda kerja.

Macam-macam cacat yang timbul pada proses pengelasan yaitu :

1. Terak yang tertimbun
Cacat seperti ini dicegah dengan cara :
– Tiap-tiap lapisan harus benar-benar dibersihkan
– Ayunan elektroda jangan lebar
– Kecepatan pengelasan harus kontinyu

2. Porositas (gelembung gas)
Cacat ini dapat dicegah dengan cara :
– Elektroda gas harus dikeringkan
– Gunakan panjang busur yang tepat dan tetap
– Kurangi kecepatan pengelasan
– Gunakan tipe elektroda yang lain

3. Undercut
Dapat dicegah dengan :
– Mengurangi kuat arus pengelasan
– Posisi elektroda arah longitudinal dan transversal harus tepat
– Ayunan elektroda jangan terlalu cepat
– Usahakan benda kerja agak dingin pada tiap lapisan

4. Hot Cracking
Yaitu retakan yang biasanya timbul pada saat cairan las mulai membeku karena luas
penampang yang terlalu kecil dibandingkan dengan besar benda kerja yang akan dilas,
sehingga terjadi pendinginan. Cara mengatasi dengan menggunakan elektroda las low
hidrogen yang mempunyai sifat tegang yang relatif tinggi.

5. Cold Cracking
Cara mengatasinya dengan menggunakan elektroda las low hidrogen, disamping
pemanasan awal yang akan banyak membantu.

6. Underbread Cracking
Terjadi karena adanya hidrogen atau pun karena kuatnya konstruksi penguat
sampingan. Dapat ditanggulangi dengan menggunakan elektroda las low hidrogen
atau pemanasan awal benda kerja sampai suhu 120 C.

7. Lack of Fussion
Adalah cacat yang antara bahan dasar dengan logam las tidak terjadi ditanggulangi
dengan menambah kuat arus, ayunan las dapat ditambah.

8. Lack of Penetratic
Cara penanggulangannya yaitu dengan memilih dan mengganti elektroda
dengan diameter yang cocok serta menambah kuat arus pengelasan.

9. Wearnig foult
Adalah timbunan las yang berlebihan diatasi dengan menjaga kontinuitas kecepatan
pengelasan.

10. Qeld Spotter
Adalah percikan las yang terlalu banyak

Langkah-langkah Proses Pengelasan :

1. Pastikan peralatan dan perlengkapan pengelasan sudah siap semua.
2. Nyalakan generator las, dan atur amperenya sesuai dengan bahan yang akan di las
3. Taruh benda yang akan di las di atas meja kerja las.
4. Posisikan badan yang benar untuk siap melakukan pengelasan, dilanjutkan dengan
pengelasan titik terlebih dahulu untuk mengikat awal agar tidak terjadi deformasi pada
saat proses pengelasan berlangsung.
5. Setelah di las titik, benda kerja dibersihkan terlebih dahulu dari kerak agar saat proses
pengelasan nanti tidak terjadi cacat
6. Kalau benda kerja sudah dipastikan bersih dari kerak, maka selanjutnya
lakukan proses pengelasan sampai selesai.
7. Kemudian celupkan benda kerja yang habis di las tersebut ke dalam air
agar mempercepat proses pendinginan.
8. Bersihkan kerak yang menempel pada hasil pengelasan tersebut dengan
palu las
9. Agar hasil pengelasan lebih kelihatan bersih, maka bersihkan dengan sikat
Baja
10. Proses pengelasan selesai, tinggal melihat hasilnya
11. Serta jangan lupa, bersihkan peralatan dan tata rapi lagi perlengkapan
pengelasan agar penggunaan berikutnya mudah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 2, 2011 in Teknik Pembentukan Dasar

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: