RSS

Dasar Pengelasan

01 Apr

PENGELASAN
DASAR TEORI
Definisi las adalah suatu proses penyambungan plat atau logam menjadi satu akibat
panas dengan atau tanpa tekanan. Yaitu dengan cara logam yang akan disambung dipanaskan
terlebih dahulu hinga meleleh, kemudian baru disambung dengan bantuan perekat ( filler ).
Selain itu las juga bisa didefinisikan sebagai ikatan metalurgi yang timbul akibat adanya gaya
tarik antara atom.

Bedasarkan pelaksanaannya las dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Pengelasan Cair
Dimana logam induk dan bahan tambahan dipanaskan hingga mencair, kemudian
membiarkan keduanya membeku sehingga membentuk sambungan.
2. Pengelasan Tekan
yaitu dimana kedua logam yang disambung, dipanaskan hingga meleleh, lalu keduanya
ditekan hingga menyambung Adapun pengelasan tekan itu sendiri dibagi menjadi :
a. Pengelasan tempa
Merupakan proses pengelasan yang diawali dengan proses pemanasan pada logm yang
diteruskan dengan penempaan (tekan) sehingga terjadi penyambungan logam. Jenis
logam yang cocok pada proses ini adalah baja karbon rendah dan besi, karena memiliki
daerah suhu pengelasan yang besar.
b. Pengelasan tahanan
Proses ini meliputi :
1. Las proyeksi
Merupakan proses pengelasan yang hasil pengelasannya sangat dipengaruhi oleh
distribusi arus dan tekanan yang tepat. Prosesnya yaitu pelat yang akan disambung
dijepit dengan elektroda dari paduan tembaga, kemudian dialiri arus yang besar.
2. Las titik
prosesnya hampir sama dengan las proyeksi, yaitu pelat yang akan disambung
dijepit dahulu dengan elektroda dari paduan tembaga, kemudian dialiri arus listrik
yang besar, dan waktunya dapat diatur sesuai dengan ketebalan pelat yang akan
dilas.
3. Las Kampuh
Merupakan proses pengelasan yang menghasilkan sambungan las yang kontinyu
pada dua lembr logam yang tertumpuh. Ada tiga jenis las kampuh, yaitu las
kampuh sudut, las kampuh tumpang sederhana dan las kampuh penyelesaian.
3. Pematrian
adalah seperti pengelasan cair, akan tetapi bedanya adalah penggunaan bahan tambahan/
filler yang mempunyai titik leleh dibawah titik leleh logam induk. Pengelasan fusion dapat
dibedakan menjadi :
c. Pengelasan Laser
Merupakan pengelasan yang lambat dan hanya diterapkan pada las
yang kecil, khususnya dalam industri elektronika.
d. Pengelasan Listrik berkas elektron
Pengelasan jenis ini digunakan untuk pengelasan pada logam biasa, logam tahan api,
logam yang mudah teroksidasi dan beberapa jenis paduan super yang tak mungkin
dilas.
e. Pengelasan thermit
Merupakan satu-satunya pengelasan yang menggunakan reaksi kimia eksotermis
sebagai sumber panas. Thermit merupakan campuran serbuk Al dan Oksida besi
dengan perbandingan 1 : 3

Las cair dan pematrian termasuk ke dalam las fusion. Salah satu las fusion adalah las
termik. Pada las termik ini, panas yang dihasilkan berasal dari reaksi eksotermis. Las termik
adalah satu-satunya las yang menggunakan reaksi kimia sebagai berikut :
8 Al + 3 Fe3O4 ————- 9Fe + 4 AL2O3
Pada reaksi ini besi yang dihasilkan mencapai suhu /temperatur 25000 C, hingga ujung
benda kerja yang dituangi besi itu akan meleleh dan membentuk sambungan. Pada las tekan,
benda kerja dipanaskan hingga meleleh/ membara. Kemudian ditempa hingga membentuk
sambungan. Hal ini sering dilakukan oleh pandai besi. Sedangkan pada praktikum kami
menggunakan las gas ( oksiasitelin ) dan las busur listrik. Sedangkan pada pengelssan tangkai
kayuh, kami menggunakan las busur listrik dalam praktikum pembuatan alat pemarut kelapa.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 1, 2011 in Teknik Pembentukan Dasar

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: